Milik Raja Jawa, Tol Solo-Jogja Menyewa Tanah Istimewa Ini Selama 40 Tahun

Beberapa bagian proyek tol Solo-Jogja dibangun di atas lahan sewaan.

Ya, tanah itu milik "The Real Raja Jawa".

Perjanjian sewa lahan istimewa tersebut efektif berlangsung untuk waktu 40 tahun.

Tanah tersebut disebut sebagai Tanah Sultan, yaitu istilah yang digunakan untuk menyebut Tanah Kasultanan atau tanah yang menjadi milik Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Tanah Kagungan Dalem adalah bagian dari kekhasan yang dimiliki Kasultanan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ), Rudy Hardiansyah menjelaskan sultan ground tidak diberikan hak guna usaha secara gratis, melainkan disewakan.

"Akan tetapi Alhamdulillah sudah ditutup, sudah selesai, dan kita bisa langsung melanjutkan hal tersebut dengan cepat," kata Rudy di Kantor Gerbang Tol Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, (11/12/24), dikutip dari Kompas.com.

Baca Juga:

"Saya sempat tertahan pada proses pengolahan kemarin itu," ujarnya.

Miftachul Munir, kepala Badan Pengatur Jalan Tol dari Kementerian Pekerjaan Umum, menyatakan bahwa tanah Sultan disewakan selama rentang waktu kontraktor oleh Sultan, yaitu 40 tahun.

Pembayaran sewa sultan ground dilakukan sekaligus pada tahap awal konsesi oleh Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) terkait, yaitu PT JMJ.

"Sewanya dibayarkan bersamaan saja, hasil konsultasi dan pendapat Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Jadi berapa ya besaran sewa itu tadi, karena sewa ini akan menjadi salah satu acuan investasi yang tentunya juga akan menambah beban biaya, " kata Munir di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, (24/12/24).

Di pihak lain, pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta Seksi 1.2 Klaten-Purwomartani sepanjang 20.075 kilometer yang melintasi tanah bendung akan selesai pada Oktober 2025.

Perlu diketahui bahwa proyek tol ini melibatkan selama tiga tahap dalam proses penyelesaian konstruksi.

Tahap 1

Paket 1.1A Jalur Simpang-Susun (SS) antara Kartasura dan SS Klaten (22,3 kilometer) telah mulai beroperasi

Paket 1.2A Jalan Sekolah Luar Biasa (SS) Klaten menuju kawasan Sekolah Sekolah Luar Biasa (SS) Purwomartani.

Di antara rute 2.1A SS Purwomartani-On/Off Maguwoharjo (3,62 kilometer),

Paket 2.1B Proyek Trihanggo-Junction Sleman sepanjang 3,25 kilometer direncanakan selesai setelah tahun 2024.

Baca Juga:

Tahap 2

Layanan 3.1 Junction Sleman-SS Gamping (7,25 kilometer)

Jalur 3.2 SS Gamping-SS Sentolo (9,85 kilometer)

Paket 3.3 Sentolo-Wates (7,99 kilometer)

- Paket 3.4 SS Wates-Kulon Progo (10,33 kilometer),

Paket 3,5 SS Kulonprogo-On/Purworejo (3,13 kilometer).

Tahap 3

- Paket 2.1 On/Off Maguwoharjo-On/Off Monjali (5,8 kilometer),

Paket 2.2 Monjali Switch On/Off Layar Trihanggo (20,95 km).

Untuk sekarang ini, tahap kedua dan tahap ketiga belum diselesaikan konstruksinya.

Belum ada Komentar untuk "Milik Raja Jawa, Tol Solo-Jogja Menyewa Tanah Istimewa Ini Selama 40 Tahun"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel