Kepsek Tuai Kecaman Imbas Jualan Kotak Nasi Buat Makan Siang Gratis,Ortu Syok Bayar Rp60 Ribu

Guru terutama yang mengutus wali murid untuk membeli kotak nasi senilai Rp60 ribu jadi sorotan.

Bahkan administrator media sosial Partai Gerindra juga menanggapi program "kotak nasi" untuk memberikan makanan bergizi gratis di sekolah.

Rencana kepala sekolah yang mewajibkan orang tua siswa untuk membeli kotak makan siang itu dinilai tidak rasional.

Ya, pembelian kotak nasi ini dianggap membosankan, terutama jika keluarga tersebut memiliki dua orang anak.

Pasalnya biaya yang dikeluarkan bisa mencapai Rp120 ribu.

Video tentang wajibnya wali murid membeli tas makanan sekolah (disebut "kotak nasi") telah diunggah pertama kali oleh akun TikTok @Ahmad Lehan.

Dalam sebuah video yang diunggah kemudian, tokoh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) juga menyumbang komentar oleh virtue administrator mereka.

tulis akun TikTok @gerindra.

jawab pengunggah.

Video itu langsung memperoleh perhatian sangat besar dari masyarakat luas.

Sesampainya komentar admin Gerindra, warga dunia maya lainnya juga mulai memberikan tanggapan.

tulis akun @fl*****.

tulis akun @ah****.

tulis akun @Rac****.

.

Dikatakan bahwa klip video tersebut diambil saat para ibu bapak siswa menghadiri pertemuan di sekolah.

Namun, isi rapat itu terkesan tidak biasa.

Bagaimana tidak, video tersebut menjelaskan bahwa orang tua murid diduga diharuskan membeli makanan untuk anak-anaknya.

Munculnya program ini sejalan dengan digulurnya proyek makanan seimbang gratis yang dirintis Presiden Prabowo pada tahun 2025 mendatang.

Tidak ragu-ragu, para anak wajib membeli dua tempat makan.

Harga satu tempat makan sendiri adalah Rp30 ribu.

tulisnya dalam video.

Namun, belum diketahui di mana [video] tersebut direkam.

Hingga kini, unggahan tersebut hanya mencantumkan daerah sebagai tempat kejadian yang berlokasi di Yogyakarta.

Tetapi seperti yang diketahui, program makan gratis seharusnya tidak memerlukan biaya tambahan lainnya.

Baiklah dari puas sekolah maupun dari orangtua murid, sekalipun cuma untuk tempat makan.

Saya tiba-tiba saja mendapatkan komentar dari warganet mengenai unggahan ini.

tulis akun @Cu***.

tulis akun @ra******.

tulis akun @Ra******.

"Apa yang baru terjadi dengan video soal pungli tempat makan bergizi gratis yang viral di media sosial belakangan ini?

Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat BGN RI, Lalu Muhammad Iwan Mahardan, menjamin bahwa program ini150% gratis.

Dia menyatakan hal tersebut di Jakarta pada Selasa (24/12/2024), seperti dikatakan Antara, bahwa program ini tidak melibatkan unsur pungutan.

"Program sistem makanan yang seimbang ini diinisiasi oleh pemerintah bertujuan mencapai lompatan yang signifikan dalam menyediakan nutrisi yang lengkap untuk semua anak di Indonesia," ujar Iwan.

"Tidak ada kewajiban bagi orang tua untuk membayar biaya tambahan, termasuk membeli tempat makan," tegasnya.

Ia menekankan bahwa program ini dirancang dengan kebijakan menyebarluaskan kemudahan akses secara merata.

Agar semua siswa dapat menikmati manfaatnya tanpa harus terbebani biaya.

"Kami memahami kekhawatiran masyarakat. Kami ingin menunjukkan, tujuan program ini adalah untuk membantu orang tua mengurangi beban mereka bukan untuk meningkatkan beban mereka," ujarnya.

Program makan bergizi gratis merupakan salah satu kebijakan penting Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini dengan memastikan anak-anak makan dengan baik.

Selain itu, BGN mengingatkan masyarakat untuk melaporkan setiap orang yang menyalahgunakan sistem tersebut.

Sama-sama kita harus menjaga integritas program ini.

"Ini demi masa depan anak-anak kita dan Indonesia yang lebih baik," kata Iwan.

Informasi lebih lanjut dan menarik lainnya di

Belum ada Komentar untuk "Kepsek Tuai Kecaman Imbas Jualan Kotak Nasi Buat Makan Siang Gratis,Ortu Syok Bayar Rp60 Ribu"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel